Sofia (what a wild fantasy)
As soon as I finished reading Hano's post on writing a letter to her child yet to be born (which I thought really cute ^^), I planned to pirate her idea. But then as I opened again my old journals, I found similar thing which then I translated, after several changes, as follows:
Dear Sofia,
There’s a picture of you and
me in a morning clarity, Sofia.
You’re sitting on my lap by the window that we’re bathed in the warm morning
sunlight. As I kiss your hair every now and then, it smells of fruit-scented shampoo and your body of telon baby
oil. I say you’re really sweet and cute like candy. In the pink outfit, now
you’re a perfect strawberry-flavored candy.
I’m reading you an old story book entitled ‘Faraway.’ My father gave it to me, now that I’m too old for such a story book, I’ll give it to you. It’s covered in red and white and there’s a picture of an Indian chief sitting crossed-legged. As always, you’re grilling me with the questions on the feathers on the Indian’s head. I’m working out on the answers but then you can always find new questions to ask. Your favorite is ‘The Fox and The Cock’ because you really like it when I say ‘Cock-a-doodle-doo! How do you doodle do!’ as the proud cock in the story. You’d laugh and say it’s really funny. Your laughter is funny.
What a peaceful scene to be in such a morning, Sofia. How I’m absorbed in your mind that turns to be not that simple. There’s something thrilling in the way you laugh every time I tickle your waist.
There’ll come the time when you have to stand on your own and experience the world, Sofia. ‘Mengalami dunia’ is a phrase I excerpted from Sitok Srengenge’s ‘Homo Ludens.’ You’ll deal with agony, anxiety, fear – ‘minor texts,’ a fellow traveler once said to me. But they’ll all make you, as they did to me. You’ll spell a text called Life and how I’d love to be the one to introduce you to the letters.
Maybe I’ll just show you the door. What’s behind it – every secret, possibility, and fear will be yours to adventure.
And always, I’ll worry you from a distance.
Silently.
Sofia sayang,
Ada sebuah gambar tentang kita berdua dalam sebuah pagi
yang jernih, Sofia.
Kau duduk di pangkuanku di tepi jendela. Tubuh kita bermandi cahaya pagi yang
hangat. Sesekali aku membaui rambutmu yang wangi shampoo aroma buah dan tubuhmu
yang bau minyak telon. Kubilang padamu, kamu manis dan lucu seperti permen. Dengan
baju warna pink itu, berarti sekarang kamu jadi permen rasa stroberi.
Aku membacakanmu sebuah buku cerita lama berjudul ‘Faraway.’ Ayahku memberikannya padaku. Karena aku sudah terlalu tua untuk buku cerita anak-anak, aku akan memberikannya padamu. Buku itu bersampul merah putih dengan gambar seorang Indian sedang bersila. Dan kau tak henti-hentinya bertanya tentang bulu-bulu di kepala Indian itu. Aku selalu mengupayakan jawaban sebisaku tetapi kamu selalu menemukan pertanyaan baru. Favoritmu berjudul ‘The Fox and The Cock’ karena kamu suka ketika aku mengucapkan ‘Cock-a-doodle-doo! How do you doodle do!’ menirukan suara jago yang sok cakep itu. Kamu ketawa dan bilang kedengarannya lucu. Ketawamu juga lucu.
Betapa kedamaian selalu menyelimuti kita pada pagi yang semacam ini, Sofia. Betapa aku terserap ke dalam pikiranmu yang mulai tidak sederhana. Ada sesuatu yang sangat menyenangkan dengan caramu tertawa ketika jari-jariku menggelitiki pinggangmu.
Kelak kau akan mengalami dunia, Sofia. ‘Mengalami dunia’, frase yang kukutip dari ‘Homo Ludens’ Sitok Srengenge. Kau akan mengalami duka, cemas, gentar – ‘teks-teks minor’ seorang kawan seperjalanan berkata. Tapi semua itu akan menjadikanmu, seperti juga padaku. Kau akan mengeja dan menafsirkan hidup, barangkali akulah yang mula-mula akan mengenalkan huruf-hurufnya padamu. Barangkali aku hanya akan menunjukkan pintu. Apa yang ada di balik pintu itu, setiap rahasia, kemungkinan, dan ketakutan akan menjadi wilayah jelajahmu sendiri.
Dan selalu, aku akan mencemaskanmu dari kejauhan.
Diam-diam.
Comments
Setelah saya perhatikan sebagian besar postingan mbak ada unsur sastranya.
Sastra yang bagus lagi..
Saya aja yang lulusan Sastra Inggris masih belum bisa mengekspresikan kata-kata seperti mbak.
Salut..
Jurusan saya jauah dari Sastra.
Yah..Anggaplah seperti hasrat yang terepresi dan belakangan ini menemukan jalan keluarnya.
(apaan coba!)
'MENGALAMI DUNIA'.................................
frasa yang turut aku setujui tentangnya....
Terima kasih kerana post ini amat dalam maksudnya.
^ ^